Don't miss

Selasa, 12 November 2013

Cara Memulai Usaha Beternak Sapi, Anda Tertarik!


Pengen mencoba usaha, tapi masih bingung mau usaha apa?

Tentunya pertanyaan ini yang pertama kali muncul untuk yang baru memulai usaha.
Apakah anda berencana untuk memulai usaha peternakan sapi? Hampir setiap hari ada saja kebutuhan masyarakat kita akan daging sapi. Mulai dari kaldu, campuran sup, hingga lauk berbahan dasar daging. Sebagai  gambaran pentingnya daging sapi dalam keseharian masyarakat kita, terlihat dari masih tergantungnya kita akan suplai daging sapi dari luar negeri.

Bagi sebagian orang atau pengusaha, hal ini tentunya menjadi peluang bisnis yang menjanjikan terutama mereka yang tinggal di daerah dan memiliki lahan cukup luas sebagai peternakan sapi.

Namun sebelum memutuskan untuk berbisnis peternakan sapi, ada beberapa hal yang patut dicermati.
Berikut ini Tips bagaimana memulai usaha ternak sapi:
  1. Persiapan awal yang mesti Anda lakukan antara lain persyaratan lokasi, pembibitan, dan juga tentu saja Anda harus mempelajari penyakit-penyakit yang mungkin timbul pada hewan ternak tersebut.
  2. Dalam hal memilih lokasi untuk peternakan hewan, idealnya membangun kandang di daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai kendaraan.
  3. Ada baiknya, kandang terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter.
  4. Agar kandang terang dan memliki sirkulasi udara yang bagus, sebaiknya sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau lading.
  5. Untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit pada hewan ternak, perhatikan selalu kebersihan kandang ternak. Untuk memudahkannya ada baiknya jika lantai terbuat dari tanah padat atau semen, sehingga mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disucihamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, Lysol dan bahan lainnya.
  6. Selain lokasi, perhatikan pula pembibitannya, khususnya dalam memilih bibit sapi yang baik. Yang perlu diperhatikan antara lain tanda telinga, artinya pedet  (anak sapi) tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya; mata tampak cerah dan bersih; tidak terganggu pernafasannya; kukunya tidak terasa panas bisa diraba; tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya; tidak terdapat tanda mencret pada bagian ekor dan dubur; serta tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  7. Kenali aneka penyakit pada hewan ternak dan mengerti bagamana cara mengantisipasinya.

Jika Anda sudah menguasai seluk beluknya, tak ada salahnya untuk memulai usaha ternak sapi.

Semoga Bermanfaat



Sumber : Dunia Pustaka

Selasa, 15 Oktober 2013

SERUNYA MENAKSIR HEWAN KURBAN


Jual-beli hewan kurban pada praktiknya lebih banyak dilakukan dengan cara ditaksir. Calon konsumen cukup menilik (memeriksa) dengan cara mengamati secara visual performa hewan kurban dan ketika dirasa cocok, transaksi pun jadi.

Untuk mendapatkan hewan kurban ideal yakni gagah, sehat, cukup umur dan memiliki bobot yang diinginkan harus dilakukan melalui pemeriksaan fisik (antemortem) secara detail. Begitu pula untuk memastikan secara akurat berat badan atau umur ternak diperlukan timbangan ternak dan kartu catatan riwayat hidup ternak (recording) mirip akta kelahiran.

Akan tetapi, mengharapkan semua hal di atas pada pedagang hewan kurban di pinggir jalan sesuatu yang hampir mustahil. Timbangan hewan cukup berat dan mahal, biasanya dimiliki perusahaan peternakan besar. Sementara peternak kita belum terbiasa melakukan pencatatan (recording) terhadap ternak miliknya, sehingga umur ternak sulit diketahui.

Namun, kita tak perlu pesimis. Teknik menaksir ternak biasa dilakukan oleh para blantik dan diuji-cobakan para peneliti ternyata memberikan hasil mendekati kondisi hewan sebenarnya. Dengan cara menaksir, kondisi fisik, bobot badan, maupun umur hewan kurban dapat segera diketahui sebagai syarat sah ibadah kurban.

Pada hakikatnya, begitu kita tiba di lokasi penjualan hewan kurban, kita sudah dihadapkan pada proses menaksir, yakni melihat, mengamati, dan memeriksa kondisi fisik hewan kurban secara visual. Agar pemeriksaan lebih objektif, si pemeriksa harus berada sekitar 1-2 meter dari objek. Hewan harus ditempatkan di tempat rata. Bila berada di lokasi lebih tinggi dari si pemeriksa akan berkesan lebih besar. Sebaliknya tampak lebih kecil bila ditempatkan di tanah lebih rendah.

Dengan pengamatan visual saja, hewan kurban sudah bisa dilihat dari segi kesehatan: sehat, sakit atau cacat. Hewan sehat dicirikan oleh bentuk tubuhnya standar (normal), mata jernih, perangai lincah, nafsu makan baik - dicoba dengan memberi hijauan - dan warna kulit cerah. Sebaliknya gejala hewan sakit dapat diamati tampak lendir pada mata, hidung, atau anus; sorot matanya sayu; kurus karena nafsu makan rendah; dan gerakannya lambat. Hal ini perlu diwaspadai, karena meskipun Indonesia dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku (1986) dan sapi gila (2002), namun belum terbebas dari penyakit zoonosis lainnya yaitu antraks. Beberapa daerah masih menjadi endemik penyakit disebabkan bakteri Bachillus Anthracis ini.

Untuk hewan kurban, Rasulullah SAW melarang hewan cacat. Tanduk pecah, kaki pincang atau telinga putus dapat dilihat secara kasatmata. Sementara hewan dengan kondisi buta dapat dicoba dengan mengibaskan telapak tangan di dekat bola matanya, bila tidak berkedip maka dipastikan buta dan tidak sah untuk hewan kurban.

Menaksir berat dan umur

Bila dicermati, penampang tubuh sapi dan domba menyerupai bentuk geometris berupa tabung. Untuk mencari volume tabung harus diketahui luas alas dan tinggi. Dalam hal ini, lingkar dada hewan dapat diasumsikan sebagai luas alas dan panjang badan sebagai tinggi. Lingkar dada diperoleh dengan melingkarkan seutas tali di belakang gumba melalui belakang belikat. Sementara panjang badan diukur dari bahu hingga penonjolan tulang duduk. Dengan memperhatikan volume organ kepala, kaki, ekor, dan massa jenis daging atau jeroan bakal diperoleh pendekatan untuk memperoleh berat hewan sebenarnya.

Melalui berbagai percobaan, Schoorl menemukan rumus untuk mengetahui berat badan dengan cukup mengetahui satu komponen, yakni lingkar dada. Rumus itu dinamai namanya sendiri rumus Schoorl yaitu Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) + 22} dikuadratkan dibagi 100. Sementara Scheiffer mengadopsi rumus tabung dengan menampilkan formula, yakni Bobot Badan (lubels) = {lingkar dada (inchi) kuadrat x panjang badan} (inchi) dibagi 300. Rumus ini disesuaikan oleh Lambourne dengan mengonversi ke dalam satuan yang cocok dengan kehidupan masyarakat kita, yakni Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) kuadrat x panjang badan (cm)} dibagi 10840.

Sejumlah peneliti mencoba membuktikan keakuratan rumus-rumus itu diuji-cobakan terhadap beberapa kelompok sapi antara bobot taksir dan bobot timbangan. Hasilnya rumus Scheiffer dan Lambourne lebih mendekati berat real sapi sebenarnya dengan tingkat kesalahan di bawah 10 persen. Sedangkan rumus Schoorl tingkat kesalahannya mencapai 22,3 persen. Perbedaan perhitungan berat pada mahluk hidup adalah wajar, karena bobot hewan sangat dipengaruhi situasi dan kondisi lingkungan, yakni gelisah (stress), habis makan, banyak minum atau baru buang feses. Hewan yang ditimbang sekalipun, akibat buruk perlakuan dan pengangkutan dapat menyebabkan susut tubuh 5-10%.




Dengan memperoleh angka taksiran bobot hidup, maka persentase karkas dan daging dapat segera diketahui. Karkas sapi berkisar 47-57 persen dari bobot hidupnya dan daging 75 persen dari karkas. Karkas adalah potongan daging tulang tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan. Untuk domba persentase karkasnya sekitar 45 persen dan dagingnya 75 persen dari karkas. Kalkulasi ini sangat penting untuk dapat memperkirakan jumlah daging dibandingkan jumlah mustahik (penerima daging kurban) juga dapat dijadikan perbandingan harga apakah hewan kurban yang dibeli terlalu mahal atau tidak dibanding harga pasaran.

Satu lagi penting kemampuan menaksir amat penting sebagai syarat sah hewan kurban yaitu menaksir umur. Umur ternak dapat diketahui berdasarkan susunan gigi geliginya. Mintalah si penjual memperlihatkan susunan gigi seri (berada di rahang bawah). Bila gigi seri dewasa telah tumbuh (tampak besar dan kuat seperti kapak, gigi susu kecil-kecil seperti sisir jagung muda), maka hewan dipandang dewasa/cukup umur (musinnah). Pada domba dan kambing perubahan ini terjadi pada umur 1-1,5 tahun dan sapi 2-2,5 tahun.

Kemampuan menaksir ini akan semakin baik dan hasil makin akurat bila sering diasah. Bagi yang sudah mahir seperti blantik atau bakul hewan, kegiatan menaksir hewan cukup ditilik dari atas mobil atau sepeda motornya. Paling banter mereka cukup meraba punggung untuk menentukan gemuk atau kurus. Selain asyik, kegiatan menaksir juga dapat meyakinkan hewan kurban yang dipilih kita sempurna sesuai pokok ketentuan ibadah kurban sehingga dapat melipatgandakan pahala kita di hadapan-Nya.

Cara Cepat Menghitung Berat Hewan Ternak


KitomaScale akan berbagi sedikit tips "Cara cepat menghitung berat ternak"

Dalam Penimbangan hewan ternak besar untuk menghitung bobot kerbau atau sapi tentu sulit ? Kalau unggas cukup diikat kakinya lalu ditimbang beres, bukan?

Kalau di perusahaan besar, bobot sapi dan kerbau biasa ditimbang dengan timbangan hewan/ternak.  Timbangan Hewqan/ternak cukup berat dan harganya pun relatif mahal.  Di pasar hewan, timbangan ternak ini tak dijumpai.  Jual beli sapi, kerbau dan domba lebih banyak dengan cara “tradisional (hanya dilihat)” sehingga berat ternak acapkali diabaikan.

Namun ternyata cukup dengan seutas tali, bobot ternak, berikut karkas (potongan daging tulang) dan bahkan dagingnya bisa ditentukan.

Bila dicermati, penampang tubuh kerbau, sapi dan domba menyerupai bentuk geometris berupa tabung. Untuk mencari volume tabung harus diketahui luas alas dan tinggi. Dalam hal ini, lingkar dada hewan dapat diasumsikan sebagai luas alas bangun lingkaran dan panjang badan sebagai tinggi.

Lingkar dada diperoleh dengan melingkarkan seutas tali di belakang gumba melalui belakang belikat. Sementara panjang badan diukur dari bahu hingga penonjolan tulang duduk. Dengan memperhatikan volume organ kepala, kaki, ekor, dan massa jenis daging atau jeroan bakal diperoleh pendekatan untuk memperoleh berat hewan sebenarnya.

Melalui berbagai percobaan, para ahli akhirnya menemukan rumus untuk menghitung bobot ternak.  Sebut saja, Schoorl menemukan rumus untuk mengetahui berat badan dengan cukup mengetahui satu komponen, yakni lingkar dada. Rumus itu dinamai namanya sendiri rumus Schoorl yaitu Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) + 22} dikuadratkan dibagi 100.

Sementara Scheiffer mengadopsi rumus tabung dengan menampilkan formula, yakni Bobot Badan (lubels) = {lingkar dada (inchi) kuadrat x panjang badan} (inchi) dibagi 300. Rumus ini disesuaikan oleh Lambourne dengan mengonversi ke dalam satuan yang cocok dengan kehidupan masyarakat kita, yakni Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) kuadrat x panjang badan (cm)} dibagi 10840.

Sejumlah peneliti mencoba membuktikan keakuratan rumus-rumus itu diuji-cobakan terhadap beberapa kelompok sapi antara bobot taksir dan bobot timbangan. Hasilnya rumus Scheiffer dan Lambourne lebih mendekati berat real sapi sebenarnya dengan tingkat kesalahan di bawah 10 persen. Sedangkan rumus Schoorl tingkat kesalahannya mencapai 22,3 persen.

Perbedaan perhitungan berat pada mahluk hidup adalah wajar, karena bobot hewan sangat dipengaruhi situasi dan kondisi lingkungan, yakni gelisah (stress), habis makan, banyak minum atau baru buang feses. Hewan yang ditimbang sekalipun, akibat buruk perlakuan dan pengangkutan dapat menyebabkan susut tubuh 5-10%.

Dengan memperoleh angka taksiran bobot hidup, maka persentase karkas dan daging dapat segera diketahui. Karkas sapi berkisar 47-57 persen dari bobot hidupnya dan daging 75 persen dari karkas. Karkas adalah potongan daging tulang tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan. Untuk domba persentase karkasnya sekitar 45 persen dan dagingnya 75 persen dari karkas.

Kalkulasi ini sangat penting, bagi hewan kurban   dapat memperkirakan jumlah daging dibandingkan jumlah mustahik (penerima daging kurban).  Atau bagi pedagang  juga dapat dijadikan perbandingan harga apakah hewan yang dibeli terlalu mahal atau tidak dibanding harga pasaran.  Hee…

Oh, ya ….Satu lagi penting kemampuan menaksir amat penting yaitu umur ternak.  Umur ini amat penting untuk mendapatkan daging yang renyah dan marbling baik.  Atau penting juga sebagai syarat sah untuk ritual akekah dan  kurban.   Jangan kita sampai terkecoh, membeli sapi tua pasti dagingnya bakal alot dan liat.

Umur ternak dapat diketahui berdasarkan susunan gigi geliginya. Mintalah si penjual memperlihatkan susunan gigi seri (berada di rahang bawah). Bila gigi seri dewasa telah tumbuh (tampak besar dan kuat seperti kapak, gigi susu kecil-kecil seperti sisir jagung muda), maka hewan dipandang dewasa/cukup umur (musinnah). Pada domba dan kambing perubahan ini terjadi pada umur 1-1,5 tahun dan sapi 2-2,5 tahun.  Hewan tua ditandai pergesekan gigi dan keausan gigi dewasa akibat pemakaian yang terlampau lama.

sumber: kompasiana

Selasa, 08 Oktober 2013

Timbangan Hewan Kerangkeng tipe ASK SD GBSS


Kitoma Indonesia  menyediakan timbangan hewan dengan kerangkeng tipe ASK SD GBSS.
Timbangan hewan ini bersifat knock down, sehingga memudahkan dalam bongkar pasang.
Pipa timbangan terbuat dari bahan stainless, dan plat.

 
Fitur :

  • Animal weighing with cage very stable and accurate weighing statistics
  • Can Average Hold value of weight
  • With Stainless steel indicator model : GBSS
  • With AC/DC supply power
  • Checkered plate material of upper construction
  • Easy adjust the level by adjusting feet
  • Knock down construction of cage
  • Sliding door

Spesifikasi Model
ASK SD - GBSS - 1000 Kg ASK SD - GBSS - 1500 Kg
Capacity & Division 1000 Kg x 0.2 Kg 1500 Kg x 0.2 Kg
Platform size (W x L x H) mm 1000 x 2000 x 120 1000 x 2000 x 120
Shape size (W x L x H) mm 1000 x 2000 x 1750 1000 x 2000 x 1750
Door size (W x H) mm 900 x 1710 900 x 1710

Kami memberikan Garansi selama 1 Tahun setiap pembelian produk Timbangan.
Garansi_Produk_timbangan.png

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi bagian Marketing kami, kami senang untuk membantu:

Hubungi : Sales Marketing - 021 3725 0521 | 0821 2570 0690 | 0858 9027 2127
Alamat : Jl. Rusa I Blok G No. 59 Jababeka - Cikarang Pusat, Bekasi 17582 Cikarang Pusat – Bekasi 17852
Telepon : 021 3725 0521 | 0821 2570 0690 | 0858 9027 2127
Fax : 021 8983 0881
Email : sales@kitomaindonesia.com | kitoma_kitoma@yahoo.co.id

Senin, 18 Februari 2013

Welcome to KITOMA SCALE


Kitoma Scale adalah sebuah perusahaan yang menjual timbangan digital yang bergaransi pasti selama 1 tahun  termasuk service dan sparepart. Memberi Jaminan Bebas Biaya  selama masa garansi.  Serta sebuah produk yang handal dengan harga yang cukup terjangkau dan kompetitif

Memiliki berbagai jenis dan model sesuai dengan kebutuhan di segala bidang. Seperti Industrial, Warehouse, Home Industri, Pasar Tradisional, Farmasi, Laboratorium,  Supermarket, Cold Storage, Timbangan emas dan perhiasan,  Project  dan bidang lainnya.

Temukan alat ukur timbang  sesuai kebutuhan hanya di Kitoma Scale
Produk Mulai dari  akurasi 0.1mg ~ 20kg  atau kapasitas 100mg ~ 100t  tersedia di Kitoma Scale.
Semua model produk Kitoma Scale sudah lolos uji penelitian oleh Dinas Jenderal standarisasi dan perlindungan konsumen – Direktorat Metrologi, dan setiap timbangan sudah dikalibrasi dan ditera oleh direktorat metrologi .

Dengan Layanan yang bersahabat dalam hal Penjualan dan Layanan Purna Jual.
Staf marketing atau Technical support kami akan memberi penjelasan atau mengarahkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan pemakaian  atau cara pemakaian maupun secara technical.

Didukung oleh Staf dan tenaga ahli profesional dibidang timbangan digital dan mekanikal untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang stabil dan standar. Serta pengembangan produk yang lebih berkualitas.
Kami juga memproduksi dan memodifikasi segala jenis timbangan sesuai permintaan customer.

Motto Kitoma Scale adalah Partner yang bersahabat  dalam Solusi penimbangan